Sabtu, 08 Mei 2010

bunga kaca

sedikit bergurau, waktu itu aku merasa tenang dengan keadaan. saat dia, mereka, dan semuanya berkata, "kalian bukan hanya indah, melainkan pangeran dan putri dalam dongeng". sepintas sederhana, namun indahnya luar biasa. kagum dan rasa kasih yang tak sia-sia aku berikan. terima kasih tuhan dengan takdir yang kau percayakan. mengubah dongeng menjadi anugerah yang patut kami pertanggung jawabkan.

tak kalah hebat. sore itu, wangi hujan merayu indra penciumanku. mengajakku bergulat dengan keadaan saat aku menjadi seorang pelindung. memang, tak cukup hujan dalam pikiranku. bahkan bando hujan adiwarna saja tak bisa membangun rayuan ini. tapi dia berucap bukan. bahkan aku disuruhnya menjadi hujan dan bando adiwarna tersebut.

dongeng, pangeran, putri, hujan, dan bando adiwarna. iya, memang akhirnya membuat semua bahagia. tapi bagaimana dengan pengawal? sudah cukup muliakah dia ku angkat menjadi raja. sudah? jawabanku tak perlu ku ucap lagi. pengawal hidup di hati kami. mengawal romeo dan juliet dalam hatinya masing-masing. seperti pelangi dengan bando adiwarna, dan hujan yang harum wanginya.

ah, sudahlah! bodoh kau ini. apa maksudku dalam hal ini? memutar balikan fakta menjadi gurauan! mengadopsi kata dusta dengan topeng gurauan! maafkan aku tak bermaksud bergurau. hanya pintaku untuk sang dewi malam. sampaikan pujaanku kepada sang bunga kaca. " aku sanggup menjadi semua gurauan yang aku janjikan. percayalah kau tak akan merasakan apa yang kau tidak inginkan". mohon ucapkan pada dia, mereka, dan semuanya...